Mulai tanggal 5 Juli sampe 9 Juli dokter spesialis anak se Indonesia pada kumpul di Surabaya, ngapain sih ? Apa efeknya? Maksudnya apa ?
Setiap 3 tahun Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengadakan kegiatan berupa Kongres Nasional Ilmu Kesehatan Anak (KONIKA), kegiatan ini berisi seminar, pertemuan dengan para ahli, peningkatan ketrampilan klinis dan tentunya bagi rapat organisasi. Biasanya setiap 3 tahun berganti tempat dan KONIKA ke 14 tahun 2008 Surabaya dapat kesempatan jadi tuan rumah.
Bagi para dokter spesialis anak kesempatan ini sangat ditunggu karena dapat menambah ilmu dan ketrampilan terhadap kemajuan ilmu kesehatan yang ada, apalagi bagi dokter spesialis anak yang berada jauh dari pusat pendidikan, biar ilmunya tidak karatan
Sedangkan para pengurus organisasi malamnya masih ditambah rapat organisasi yang isinya pemilihan ketua baru dan pembaharuan kebijakan baru pada organisasi, juga supaya organisasinya tidak karatan he….he….he
Tempatnya di hotel Shangri La Surabaya, karena hotel yang punya ruang pertemuan terbanyak ada di sana, apa akibatnya buat masyarakat ??? …. Yang jelas buat warga Surabaya yang lewat sekitar hotel Shangri La akan lebih macet. Eh lupa peserta kongres ini sekitar hmmmm 2500 orang. Lha kalo dokter anak segitu banyak kumpul terus yang praktek siapa ???
Itu salah satu “efek samping” kegiatan ini, akan banyak dokter yang tutup praktek, tidak hanya di Surabaya tapi juga di semua kota. Lha terus yang sakit gimana ??? Ya pada penyakit ringan bisa ditangani dokter lain dulu, sedangkan yang berat biasanya dilakukan dengan konsultasi. Tidak semua dokter anak berangkat, sebagian di daerah yg sulit ada yang tinggal…. Istilah kita “jaga gawang”.
Kebetulan pada acara kongres tahun ini digabungkan dengan Asian Congress of Pediatric Infectious Disease (ACPID) ke 4 pada tanggal 2-5 juli 2008. Jadi acara cukup panjang, peserta pada acara ACPID sekitar 1300 orang, itupun dari berbagai negara di Asia.
Jadi mohon dimaklumi kalo nyari dokter spesialis anak hingga tanggal 9 juli 2008 agak repot, pertemuan ini tujuannya baik kok, bukan untuk menyulitkan masyarakat. Dokter spesialis anak emang punya kewajiban menjaga kompetensinya dengan cara mengikuti seminar dan pelatihan ketrampilan, dan apabila jumlahnya tidak memenuhi syarat maka SIP bisa ditangguhkan sampai dianggap kompetensinya memenuhi syarat. Emang tidak sebaik di luar negeri sistemnya tapi menurut saya udah cukup membaik. Amrik aja untuk bisa menegakkan system kompetensi ini butuh waktu 200 tahun……jadi kita termasuk lumayan kok, jangan kalo dari Indonesia pasti jelek 100% …… walaupun emang banyak yang jelek, termasuk korupsinya
Semoga anak anak Indonesia selalu sehat……paling tidak sampai kongres selesai…….. Bingung
itu doa baik atau jelek ya ??? udahlah yang penting saya berniat baik kalo salah ketik mohon diamaafkan
Juli 6, 2008 pukul 3:10 pm |
Moga Konika dan ACPID sukses
Do’a baik koq…
Juli 6, 2008 pukul 6:21 pm |
kalo yg ngumpul para dokter, pasti jamuannya empat sehat lima sempurna
Juli 7, 2008 pukul 11:00 am |
@anonymous
Thanks
@ndop
He…he… he iya, kan dokter anak jadi harus 4 sehat 5 sempurna kayak anak anak
Juli 7, 2008 pukul 3:42 pm |
Paling banyak ‘oknum’ yang cuma mampir ke pameran farmasinya aja..he5x..maklum tgl 3-6juli08 siber jadi panitia TEMILNAS PERDOSSI ngeliat banyak ‘oknum’ sejawat ngacir ke stand pameran daripada di ballroom yg lagi seminar..
*untung gak tergoda*
Juli 8, 2008 pukul 12:40 pm |
Sulit dihindari pada setiap kegiatan
Juli 12, 2008 pukul 2:30 pm |
lho, ada di sby juga kemaren? makanan pas pembukaan ACPID ngga ok. kurang sayur… pas KONIKA yg acara ladies programme katanya sama ngga oknya.
bukannya 3000 yg ikut?
Juli 13, 2008 pukul 10:52 pm |
Iya ada di surabaya, tentang pembukaan
gak ikut …. he…he apalagi ladies programme 
Yang terdaftar secara on line emang 2500 an, setelah ditambah yang daftar on site emang 3000 an