Biarkan dia sekolah…… Bu guru

Beberapa waktu yang lalu seorang ibu datang kontrol ke poli anak bersama anaknya yang berusia 8 tahun, anak itu baru keluar dari Rumah Sakit (RS) setelah menderita sakit hepatitis, selain kontrol ibu tersebut juga minta surat keterangan yg menyatakan anaknya sudah sehat. “Untuk apa sih Bu?” ….” Anu dokter….Bu Guru minta bukti bahwa anak saya sehat”…..saya merasa aneh tapi karena masih banyak pasien jadi gak terlalu kepikir lebih jauh……………

Ibu tersebut datang beberapa hari kemudian dan minta surat keterangan bahwa anaknya boleh sekolah…..”Sebenarnya ada apa kok Ibu minta surat keterangan seperti ini?” …….. dengan wajah sedih dia menceritakan bahwa Guru sekolahnya meminta anak tsb istirahat 6 bulan karena menurut pengetahuan guru tersebut setelah sakit hepatitis harus istirahat selama itu, kekuatiran penyakit anak tersebut menulari teman lainnya juga muncul dan dibarengi sikap wali murid lain yang berniat memberhentikan anak anak mereka dari sekolah bila anak ibu tadi masih masuk sekolah.

Hepatitis ada beberapa macam, yang kita bahas disini yang palig sering muncul aja yaitu hepatitis A,B dan C. Hepatitis A paling banyak diderita karena merupakan penyakit endemis yang ditularkan secara fekal oral, artinya virus dari karier (pembawa virus) keluar dari faeses dan bila kebersihan tangan tidak djaga maka akan menularkan ke orang lain Pengolah makanan (food handler) yang paling sering jadi sumber penularan di suatu daerah. Ambil contoh ada penjaja makanan tertentu yang berjualan di sekolah atau suatu kampung, penjualan sehari mencapai 100 mangkok, bisa dibayangkan maka sehari dia bisa menyebarkan virus pada 100 orang, kalo seminggu…..sebulan…setahun… hiiii ngeri jadinya mbayangin L tapi itu terjadi betulan lho

Virus hepatitis A tidak menimbulkan kelainan yang berat, sebagian besar tanpa gejala, sebagian lagi jadi penyakit ringan, hanya sedikit yang berakibat fatal. Gejala yang bisa terjadi: mual, muntah, badan kekuningan, demam, nafsu makan menurun dan yang cukup khas adalah saat puncak sakit dimana kuning mulai nyata kondisi dan nafsu makan penderita membaik. Penderita hepatitis A biasanya sembuh sempurna tidak pernah menjadi sirosis hepatis maupun kanker hati. Pada yang berat biasanya sejak awal sudah parah kondisinya, bisa muncul perdarahan, gagal hati, gangguan sirkulasi dll………..pokoknya parah deh Penyakit ini bisa dicegah dengan imunisasi, memang tidak termasuk imunisasi yang diwajibkan oleh pemerintah tapi lebih baik bila dilaksanakan.

Virus hepatitis B ditularkan melalui cairan tubuh seperti darah, cairan vagina atau sperma, tapi harus ada luka baik besar atau kecil sebagai tempat masuknya Yang paling dikuatirkan adalah penularan ibu ke anak karena transmisi ini menimbulkan infeksi yang sulit disembuhkan. Pada anak yang belum diimunisasi juga bisa muncul dengan gejala mual, muntah, badan kekuningan, demam dan nafsu makan menurun, namun bedanya dengan hepatitis A saat puncak sakit dimana kuning mulai nyata kondisi dan nafsu makan penderita ikut menurun. Hepatitis B dapat berkembang menjadi sirosis hepatis maupun kanker hati seperti yang diceritakan dalam buku Ganti Hati nya Dahlan Iskan. Jaman pak Dahlan Iskan kecil belum ada imunisasi hepatitis sehingga penularan hepatitis B sangat lancar (gak enak ya…penularan kok pake istilah lancar)…… pokoknya maksudnya banyak penularan gitu.

Hepatitis B dapat dicegah dengan memberikan imunisasi hepatitis, bahkan pemerintah mewajibkan semua bayi di imunisasi agar penularan hepatitis B bisa dibatasi. Program pemerintah ini cukup berhasil dan memberikan kontribusi yang besar dalam pencegahan hepatitis B….. kalo emang pemerintah bener juga harus diacungi jempol dong ….. Pengobatan hepatitis A maupun B bersifat suportif… artinya memperbaiki kondisi tubuh agar daya tahan membaik dan pasien jadi sembuh. Namun akhir akhir ini pengobatan dengan menggunakan obat mulai berkembang, memang lebih banyak berkembang pada pasien dewasa sedangkan anak belum banyak penelitian. Namun ini sudah jadi langkah maju yang sangat membantu pasien nantinya.

Sedangkan hepatitis C menular melalui cairan darah namun lebih sering karena transfusi, penularan tidak semudah hepatitis A dan B, ada penelitian yang membuktikan penularan pada kelurga serumah pasien hepatitis C sangat rendah. Pengobatan juga lebih sulit daripada hepatitis A dan B serta belum ada imunisasi untuk hepatitis C.

Kembali ke cerita tadi…..kenapa anak yang udah sehat tidak boleh sekolah. Pada umumnya yang paling tahu kondisi pasien adalah dokter yang menangani, bahkan dokter lain yg tidak ikut menangani sebaiknya tidak memberi opini kecuali dia juga ikut memeriksa pasien tersebut …..apalagi…… Wajah ibu tersebut sangat sedih karena anak tersebut untuk bisa sekolah aja masih perlu dibantu seorang dermawan, ibu itu sangat berharap anaknya bisa sekolah dan jadi lebih baik. Jadi inget Juliach yang bilang kalo di Perancis orang hepatitis B juga boleh kerja seperti biasa. Anak tersebut sudah sembuh kenapa gak boleh sekolah ??? Memang kita masih jauh ketinggalan, itu belum kalo kita cerita pasien anak dengan HIV yang dikeluarkan dari sekolah….apa kalo sakit terus gak boleh pinter, kan kasihan… mestinya ya gak gitu ahhhh……… Karena itu biarkan dia sekolah bu guru

14 Tanggapan to “Biarkan dia sekolah…… Bu guru”

  1. dani iswara Says:

    di lingkungan sekolah yg berpendidikan situasinya spt demikian, apalg di masyarakat awam
    hingga srg yg tjd adalah pengucilan..😦

    kekhawatiran yg berlebihan?
    kesadaran kesehatan?
    ketidaktahuan cara penularan?

  2. habibiearifianto Says:

    weleeeh cuma anak 1 kena hepatitis aja gurunya heboh, apa tuh bu guru nggak ngelongok diluar pager sekolah ya pak, pabrik kuman dijarno wae menjual jajanan + agen-agen infeksius…
    mana lebih bermacem-macem lagi virus n kumannya…

  3. dokterearekcilik Says:

    @dani iswara
    emang kita harus selalu melakukan promosi dan sosialisasi agar masalah kayak gini gak berulang

    @habibiearifianto
    Lh iya, emang perlu juga mungkin pepmeriksaan kesehaan pada food handler tingkat menengah kebawah. Selama ini yang diperiksa kan cuman pegawai restoran besar atau hotel berbintang. Padahal penjualan pada level menengah kebawah omzetnya jauh lebih besar dan itu berarti penularan lebih woooooow

  4. qimindra Says:

    Dok….lam kenal.

    kalau di Balikpapan kita rayu (he..he) oil Company agar dana Comdev-nya bisa digunakan untuk program seperti UKS, UKGS.
    Jadi seperti yang dokter sampaikan kita keluar masuk sekolah2 tuk promote kes, n tidak lupa Bpk/Ibu Guru kita kumpulkan juga…

    Jangan nanti muridnya faham, Gurunya tidak. Jadinya spt kasus di atas.

    Mohon izin link alamatnya

    http://www.fajarqimi.blogspot.com

  5. sibermedik Says:

    jadi inget pengalaman ‘diusir’ waktu SMP gara2 kena cacar..padahal dah sembuh setelah bedrest + minum obat 5 hari….

  6. mei Says:

    pak dokter, kebetulan saya bekerja di sebuah sekolah internasional. kasus ini sering terjadi, kekawatiran lebih banyak terjadi pada parent atau wali murid. sehingga bila memang si anak, bahkan guru yang sakit penyakit menular, misal cacar air, hepatitis atau penyakit yang waktu itu heboh HMF, surat keterangan sehat dari dokter memang d butuhkan. lebih berguna untuk menenangkan hati para parent. contoh kasus cacar air, si anak baru boleh masuk saat seminggu bebas panas..=)

  7. dokterearekcilik Says:

    @qimindra
    Salam kenal, maaf baru jawab. senang kalo bisa memajukan guru sehingga murid jadi lebih terdidik dengan baik. Silahkan di link

    @sibermedik
    waaaa ternyata pernah jadi korban ya🙂

    @mei
    Iya emang mesti para ortu yg ditenangkan , semoga mereka membaca blog ini😀

  8. dewi Says:

    terus terang, pengetahuan saya tentang hepatitis mungkin juga sama tipisnya dengan si ibu guru…
    beberapa waktu lalu, ada seorang teman yang terkena hepatitis (saya sendiri kurang tahu dia terkena yang mana tuh).
    Karena kekurangtahuan kita semua, akhirnya si teman menjadi selebritis alias bahan perbincangan kita. “bla…bla…bla…” (ups, jadi nge-ghibah ya…?)
    Sebulan lalu, ada general check up di kantor saya, salah satu yang diperiksa tentang hepatitis. Hasilnya semua negatif, tapi rencananya sih mo ada imunisasi hepatitis mulai bulan depan.

    Yach, mungkin memang harus sosialisasi tentang hepatitis dan penyakit2 lain serta pencegahannya kepada masyarakat luas…sosialiasi harus dilakukan dengan konsep menyenangkan, ga ilmiah banget mpe bikin puyeng😉

    well, om doktEr…salam kenal yach…😛

  9. dokterearekcilik Says:

    @dewi
    salam kenal juga

  10. juliach Says:

    Lah baru hepatitis, orang yg kena HIV/Aids aja masih bisa sekolah dan bekerja.

    Di sekolah sini ada yang lucu lagi: anak beringus ya tetep sekolah/ditaruh di tempat penitipan bayi/anak. Walau nantinya hanya tidur di kelas kalau kecapaian dan nularin teman-temannya.

    Anehnya kalau ditegor ibunya akan menjawab,”kalau bukan anakku yang nularin anakmu, ya orang lain yang akan nulari anakmu! Ini khan lagi ada epidemi. Kasih makan yang banyak anakmu supaya stamina tubuhnya kuat dan tidak tertular penyakit!”

    Kalau sudah gitu mau omong apa?

  11. dokterearekcilik Says:

    @Juliach
    Laaaa ini dia muncul……. kalo soal anak beringus ………nah itu sih emang susah kita jawabnya😀 kena skak mat

  12. retno wi Says:

    Ya begitulah kondisi masyarakat kita. Pemahaman bagaimana penularan penyakit seringkali salah, kadang keterlaluan kadang menyepelekan.
    Tugas berat nih buat semuanya khususnya pemerintah.

  13. dokterearekcilik Says:

    @retno wi
    YA bener, yuk bareng bareng merubah paradigma supaya negara jadi lebih baik.

  14. pansha Says:

    dok,saya mau tanya bat apa yang paling ampuh utk hepaitis b ,soalnya saya seorang pndeita hepatitis b dok…saya kena baru saja stelah tinggal d asrama,kbetulan d sana ada 1 orang yg terinfeksi.saya menyesal sudah tinggal 1 asrama dgn pnderita it….akhrnya masa dpn saya jd hncur bgni dok…mhon bntu ksh tau obat yang paling ampuh dok,agar saya msih bisa menggapai cita2 saya jd TNI….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: