Musim Kejang

Kalo musim mangga dan musim durian siapa yang gak tahu…..kayak sekarang ini musim mangga….berbagai macam mangga muncul, mulai dari mangga manalagi, harum manis, golek gadung, podang dll. Pokoknya variatif lah….lho kok jadi cerita tentang mangga.. 😀 Tapi kalo musim kejang kok ada ya ??? Apa bener ada ???

Ya ada, sekarang ini lagi musim kejang, maksudnya banyak kejadian kejang dibanding hari hari biasanya… sebabnya???….sebagian karena kejang demam yang tidak berbahaya namun sebagian lagi karena infeksi pada selaput otak atau otak yang sering berakibat fatal. Entah kenapa bila penderita diare meningkat maka pasien infeksi otak dan radanng otak juga ikut meningkat….makanya sering dibilang kalo udah mulai musim diare maka akan bersamaan dengan datangnya musim kejang 🙂

Kalo di negara maju fenomena seperti ini pasti sudah jadi ajang penelitian yang empuk….dana mengalir deras, para ilmuwan yang pengen tahu kenapa ini terjadi bisa terjadi bisa menyalurkan keingintahuan mereka, para dokter di sekitar dapat menikmati hasil penelitian yang berguna untuk merawat pasien. Sungguh indah 🙂 tapi kapan itu terjadi di Indonesia ??? Mungkin kalo BBM jadi turun sebagian dananya bisa dipake penelitian 🙂 Semoga

Nah kembali masalah kejang ini …. sebagian kejang yang terjadi pada saat saat ini adalah radang selaput otak atau radang otak, gejalanya biasanya panas tinggi disertai kejang, juga muncul gejala diare ringan pada beberapa pasien …. Diperkirakan karena cara masuk kumannya lewat pencernaan sehingga bisa menimbulkan gejala seperti diare. Jadi kadang membingungkan karena gejala awal hanya diare namun dalam perjalanannya akan menjadi panas tinggi dan kejang.

Seperti halnya musim mangga maka bila banyak yang terjangkit maka variasi akan semakin bermacam macam, mulai dari hanya gejala yang ringan saja hingga kejang yang sulit diatasi. Pada radang selaput otak apalagi radang otak maka walaupun bisa disembuhkan namun sebagian besar penderita akan mengalami gejala sisa yang akan terlihat sebagai kemunduran pertumbuhan. Hal ini hanya bisa diatasi dengan latihan dan obat hanyalah penunjang. Latihan yang kontinyu akan berdampak kembalinya pertumbuhan anak menjadi seperti semula. Namun tidak jarang tidak bisa membaik….. dan yang lebih buruk angka kematian pada kasus seperti ini cukup tinggi.

Sebagai dokter walaupun sering menghadapi kematian pasien namun hal itu tetap menimbulkan rasa nggak enak apalagi saat memberitahu keluarga tenang kondisi anak mereka yang kritis apalgi meninggal. Dan akhir akhir ini saya jadi lebih sering menghadapi hal ini karena peningkatan kejadian radang selaput otak dan radang otak…… walaupun saya sadar diri saya hanya manusia yg hanya bisa berusaha sedangkan takdir ditentukan ALLOH. Lha kok jadi curhat 😦 Sebagai manusia saya juga kepingin liat anak anak tersebut bisa punya kesempatan sembuh seperti di negara maju 😦

Saya nggak tahu di luar jatim atau luar jawa…namun sebagian teman saya di jawa timur menceritakan fenomena yang sama pada saya……..Semoga suatu saat bisa dilakukan penelitian tentang hal ini….dan bisa memberi informasi jenis kuman, virus atau apa aja yang jadi penyebab dari masalah ini. Semoga

Saran saya bila ananada panas tinggi disertai diare atau kejang maka sebaiknya untuk saat saat seperti ini  ananda segera dibawa ke dokter untuk ditentukan bahaya atau tidak…..

Iklan

33 Tanggapan to “Musim Kejang”

  1. erna-zakir Says:

    ingat saat anak saya perempuan umurnya 3 tahun panas sampe 39.9C untungnya ga step, wah repot juga menjaganya biar ga tambah panas. Mana orangnya sudah sampe mengigau kepanasan hehehe mamanya yang bingung, untungnya langsung diminumi obat penurun panas (ibuprofen) dan dikompres dengan air hangat alhamdulillah panasnya turun perlahan-lahan. Oiya yang mau saya tanyakan, apakah ibuprofen aman buat anak dibawah 2 tahun? (soale adiknya ada, hehehe). Trus apa memang kejang demam (step) itu turunan, mengingat pernah ada kakak saya yang dulu waktu kecil pernah step. Makasih atas jawabannya.

  2. asih Says:

    Dok, mo ikut cerita dan tanya di sini….

    Anak pertama saya Auzan (laki2, 3 th) dulu waktu umur 15 bulan pernah kejang sekali. Kurang dari dua menit. Di termo sampe 40. Sejak saat itu setiap dia panas, kami selalu deg-degan takut kejadian itu terulang lagi. Kalo panasnya sudah 38,5 anusnya saya lep-in dengan proris suppo, takut kecolongan lagi kaya dulu. Alhamdulillah belum pernah kejang lagi sampe sekarang.

    Wah, dok, saya jadi deg-degan baca kalo sakit diare bisa timbul radang selaput otak. Sebelum kejang auzan memang kena diare.

    1. Apa penyebab radang otak itu lalu bagaimana ciri-cirinya ?
    2. Setiap ke dr, dikasih puyer yang ada luminalnya, katanya itu antikejang. Namun, ada yang bilang luminal menyebabkan anak hiperaktif. Bener, dok? lalu ada ga obat yang tanpa efek samping?
    3. Apakah auzan perlu di periksa otaknya?

    NB: Dok, saya senang, Sarah (1 th) sudah mau onggong-onggong (bayi tuwo…, terlambatnya keterlaluan ya dok). Giginya juga udah nyundul 3 sekarang…

  3. astri Says:

    Dok…
    apakah vaksin Hib bisa mencegah radang selaput otak?

  4. draguscn Says:

    di Probolinggo lagi musim mangga, arum manis enak, manalagi juga enak, kata orang kalo makan manalagi 3 biji sehari bisa diare *bletak!* OOT!
    Hehehe .. ya mas .. di PKM saya juga 7 pasien anak yang tadinya saya rawat jalan karena panas .. balik lagi dgn diare dan akhirnya dirawat. 3 diantaranya disertai kejang.
    Sekalian numpang tanya apa penanganan kejang pake diazepam supp masih diperbolehkan? Apa benar sekarang sudah berganti dengan fenobarbital? Bukannya jadi long-action ya?
    Matur nuwun.

  5. meilinpruwita Says:

    *nunggu dokter Rizal njawab pertanyaan jeng Asih*

  6. sibermedik Says:

    disini musim hujan..klaten mendung..solo berseri..jogja berhati nyaman..he..he..

    Byw, protokol untuk seizure ini apa tetap pakai fenitoin?

  7. cakmoki Says:

    Moga di sini (Palaran) gak ikutan musim kejang karena radang selaput otak, … kalo mangga gadung bisa koq dikirim *tuing*
    Proporsi radang selaput otak dari klinis demam, kejang, diare (di sana) berapa % Mas?

  8. dokterearekcilik Says:

    @erna-zakir
    Sebaiknya sebelum umur 2 tahun dikasih paracetamol aja. Soal turunan kejang demam emang ada hubungan, bila ada turunan maka kemungkinan sembuh pada umur sekitar 7 tahun akan lebih baik dibanding yang tidak ada turunan.

    @asih
    1. ciri radang otak: kejang, panas, kesadaran menurun. Bila tidak jelas atau kuatir sebaiknya diperiksa ke dokter agar pasti radang otak atau bukan.
    2. Efek samping luminal biasanya muncul bila pemberian jangka panjang dan sangat jarang muncul pada pemberian jangka pendek.
    3. Bila jelas kejangnya karena demam dan yakin sumber infeksi ada di luar otak maka belum perlu pemeriksaan otak.

    @astri
    Vaksin Hib bisa mencegah radang selaput otak yg disebabkan oleh kuman Hib, sedangkan bila penyebabnya kuman lain ya gak bisa. Namun persentasi radang selaput otak yg disebabkan kuman Hib lumayan tinggi jadi ya cukup berguna unutk pencegahan.

    @draguscn
    Sampe saat ini konsensus dari UKK Neurologi Anak masih pake diazepam. Rectal bisa diberikan sampe 0,5mg/kgBB. Dosis praktis untuk diazepam rektal: 10kg= 10 mg. Btw baca dimana diganti fenobarbital ? Cuman pengen tahu aja sih 🙂

    @meilinpruwita
    Udah dijawab lho 🙂

    @sibermedik
    Masih pake diazepam pada kejang pertama dan kedua, bila berulang bisa diberi fenitoin dan diawali dengan loading dose

    @cakmoki
    Wah itu pertanyaan yg bagus, belum pernah bikin deskripsinya, tapi dari logika akan agak sulit bikin penelitiannya karena berhubungan dengan diagnosa pasti meningitis dan ensefalitis di RSU daerah gak tersedia. Tapi masih bisa pake penelitian deskriptif. Thanks buat pertanyaan yang jadi ide penelitian cak 😀

  9. draguscn Says:

    iya .. semua buku yang saya punya sih masih pake dzp 10 kg = 10 mg itu mas. Hanya ada di modul pelatihan PONED. Kejang diobati pake fenobarbital. Inget saya fenobarbital kan long action? nanti saya lihat lagi mas .. jangan-jangan saya yang salah baca. Trims.

  10. dokterearekcilik Says:

    @draguscn
    Kalo pada neonatus emang beda, disarankan pemberian anti kejang yg long acting. Ada kontrovesi yg masih berlangsung sampe sekarang tentang masalah pemberian jenis anti kejang pada neonatus tapi pemerintah dalam hal ini PONED masih memakai patokan fenobarbital karena paling mudah didapat sampe ke pelosok dan masih aman.

  11. hendra-ceka Says:

    dok, mo nanya kalo prevensi kejang demam tetep pake parasetamol kan? kalo penggunaan kompres dingin sudah ditinggalkan (apalagi pake alkohol) en diganti kompres hangat mekanismenya gmn ya dok? makasi

  12. dokterearekcilik Says:

    @hendra-ceka
    Tetep pake paracetamol, kecuali kejang demam yang sering sekali timbul maka ditambah diazapam, tentunya harus dengan resep dokter. Kompres dingin ditinggalkan karena air dingin akan mengkerutkan pembuluh darah secara cepat shg panas lebih sulit keluar dari tubuh, sedangkan alkohol karena penguapannya cepat maka dikuatirkan terserap melalui kulit maupun hirupan sehingga malah jadi berbahaya. Semoga berguna

  13. dokterearekcilik Says:

    @hendra-ceka
    Tetep pake paracetamol, kecuali kejang demam yang sering sekali timbul maka ditambah diazapam, tentunya harus dengan resep dokter. Kompres dingin ditinggalkan karena air dingin akan mengkerutkan pembuluh darah secara cepat shg panas lebih sulit keluar dari tubuh, sedangkan alkohol karena penguapannya cepat maka dikuatirkan terserap melalui kulit maupun hirupan sehingga malah jadi berbahaya. Semoga berguna

  14. woro Says:

    pak dokter.. saya izin link ya blognya… berguna sekali nih.

  15. draguscn Says:

    wah lama ngga main kesini udah terjawab ternyata .. bukunya selain poned juga MTBM, mas. Pantesan rasa liat dengan format yang lain .. sediaan yang ada di puskesmas itu kalo ngga salah untuk IM saja ..

  16. dokterearekcilik Says:

    @draguscn
    Emang di puskesmas cuman ada yg sediaan IM, kalo preparatnya yg IV gak masuk Puskesmas 😦 Kalo pemerintah biasanya menyediakan yang paling murah dan penyediaan ada di hampir seluruh nusantara. Namanya juga program pemerintah

  17. draguscn Says:

    Ho-oh .. padahal kejangnya pasti pertama kali ngga terjadi di rumah sakit .. 😀
    Yang juga ikutan rame akhir-akhir ini gejala ekstra piramidal .. berapa hari ini kok di perawatan dan pasien rawat jalan ketemu itu terus ..
    Kemaren sore malah bidan saya dimintai pertanggungjawaban sama penduduk desanya karena mereka merasa pemberian obat yang menyebabkan anaknya “mendelik-mendelik” ..
    Sekalian nanya, Mas .. selain delladryl i.m ada lagi ngga obat sederhana yg bisa digunakan untuk menangani gejala ekstra piramidal ini .. banyak terima kasih lho ..

  18. dokterearekcilik Says:

    @draguscn
    Saya udah gak pernah pake metoclopramide karena pada anak lebih sering menimbulkan EPS, lebih aman pake domperidone. Lagian kalo diare + muntah sebagian besar karena ketidakseimbangan elektrolit, jadi di infus aja sebentar udah berhanti muntahnya, gak usah pake obat antimuntah. Untuk alternatif delladryl saya biasa pake diphenhydramin yg bisa IV, lebih cepet. Obat jenis lain gak pernah pake karena dengan itu aja udah beres. Semoga berguna

  19. Gustin Says:

    Mau nanya dok,
    radang selaput otak tuh terjadi pada anak sampai usia berapa?trus kalo anakku umur 9 bulan, dah terlambat ya imunisasi HIB? imunisasi HIB tuh halal ga dok? thanks ….

  20. dokterearekcilik Says:

    @Gustin
    Bisa terjadi pada umur berapa saja, dewasa sekalipun. Tidak ada kata terlambat buat imunisasi, bisa dikejar kok. Sampe saat ini MUI belum mengeluarkan fatwa haram buat imunisasi Hib

  21. Sibagariang Says:

    mau nanya nih dok.. Mana lebih baik kompres dingin atau kompres hangat pada orang demam? Tolong dijelaskan serta referensinya. kenapa domperidone lebih aman drpd metoklperamide pada anak2? Terimakasih byk dokter. Email saya : c.sibagariang@gmail.com. Salam kenal dokter.

  22. dokterearekcilik Says:

    Kompres sebaiknya pake air biasa, kalo terlalu dingin pake air es misalnya akan memicu vasokonstriksi shg panas sulit keluar, pake air hangat disarankan bila anak menggigil karena menggigil berarti beda suhu inti dengan suhu permukaan tubuh > 3derajat, maka jalan keluarnya suhu permukaan perbedaannya di perkecil. Domperidone tidak masuk SSP sedangkan metoklopramide masuk SSP, pada dosis yg normal saja Extra yramidal Syndrome (EPS) bisa terjadi apalagi dosis berlebih. Cukupbanyak pasien saya yg kena EPS karena metoklopramide.. referensinya ada di file saya .. tapi lupa di sebelah mana he…he… coba cari di highwire .org atau freemedicaljournals.com, pubmed central … banyak referensi gratis di sana. Bila ketemu referensinya akan saya emailkan

  23. Sibagariang Says:

    Ente pernah pake logika dokter? Agar mendinginkan air panas khan sebaiknya diberi es, bukan diberi air hangat.. Tetapi kalo orang benjol karena pukulan, kompres hangat memang tepat. Pernah punya pengalaman gak? Coba suruh pasien ente kompres dingin, ato loe sendiri y ngompres, terbukti gak? Jangan menyesatkan orang awam donk. Klo ada refrensi saya akan mengikuti dokter. Tetapi kalo gak ada saya menggunakan logika.. Maaf saya agak kasar.. Mohon maaf seribu maaf. Thanks. Peaceful

  24. Astri Says:

    @Sibagariang
    aduh pilihan katanya mbok agak sedikit lebih baik 🙂
    Kayaknya semua posting yang ditulis di blog ini punya dasar ilmiah tapi bahasanya dibuat mudah dimengerti untuk orang awam. meskipun ilmu kedokteran sendiri adalah ilmu yang selalu berkembang.
    Termasuk soal mengompres dengan air biasa atau air hangat bukan dengan air dingin.
    Manusia bukan barang yang kepanasan dikasih es trus ikutan dingin. tapi ada mekanisme pengaturan suhu yang lebih kompleks, sehingga jika dalam keadaan panas langsung dikompres dingin maka suhu tubuh akan bertambah naik untuk menyamakan kondisi dingin dari luar tadi.
    Sedangkan jika dalam keadaan panas diberi kompres air biasa atau air hangat, maka termostat dalam tubuh akan menurunkan suhu tubuh.
    Silakan dicari sendiri referensinya dulu, baru komentar lagi ya… Lebih sopan akan lebih menyenangkan buat semua yang membaca di blog ini

  25. dr. Imanuel Pasaribu Says:

    Kalau anda menulis blog di internet,berarti ada landasan yg kuat sebagai bahan referensinya,saya lbh menghargai anda apabila anda memberi lengkap referensinya,tidak cukup hanya dengan kata orang,apa anda mau ilmu anda didasari dgn ‘KATA ORANG’..saya sudah byk pengalaman mengenai kompres dgn air es,apalg kompres ini sangat efektif untuk anak kejang,dan sudah saya buktikan keefektifannya.

  26. Sibagariang Says:

    @astri
    anda memakai ilmu fisiologi yah dalam mempraktekkan kompres sewaktu kejang? saya tahu bagaimana mekanisme kalau udara diluar tubuh dingin maka suhu tubuh akan meningkat dan sebaliknya, begitukah maksud astri? Berarti orang y tinggal di kutub utara sono pada demam yah? Kwakwakwak… Lucu sekali dan ngaco sekali.. Pada prinsipnya kita khan harus menurunkannya dengan cepat agar suhu turun dan kejangpun hilang.. Kalau anda memakai ilmu fisiologi tersebut, maka kurang tepat dan perlu anda pikirkan sekali lagi.. Dan bila perlu anda teliti atau buktikan langsung sewaktu ada pasien kejang demam benarkah kompres panas atau kompres dingin. Saya cuma mohon kepastian dan pencerahannya saja.. Terimakasih.. Sekali lagi saya mohon maaf atas kekasaran saya..

  27. dee Says:

    @sibagariang.
    eh ternyata di sini ada hacker juga ya?! tu sibagariang lagi nglucu pake ngakak2 segala. gak usah minta maaf untuk kekasaran u, emang manusia kan makhluk kasar, klo halus kan jadinya makhluk halus alias setan, jin, tuyul dan sebangsanya. betul begitu?! klo yang saya tau dari rumah sakit ketika saya sekamar dengan orang seperti itu, kejang dan panasnya tinggi. kompresnya pake air biasa. saya tanya ke dokternya, kenapa kok tidak air hangat dok? kata dokternya, lebih baik jangan, apalagi air dingin karena suhu tubuh akan bertolak belakang. karena suhu tubuh yang panas dikasih air dingin malah metabolisme tubuh akan secara otomatis menghangatkan tubuhnya sendiri karen adisekitarnya sudah dingin. ok sibagariang?! ngotot kok terus tar klo u ngotot malah ikut2an kejang. thank u! oia saya tau hal seperti itu karena tanya ke dokter dan yan jelas bukan dokter hewan atau dokter cinta. saya juga mengikuti seminar.

  28. Sibagariang Says:

    @ Dee..
    Weqs… hacker??? emangnya loe sopo jeng?? perasaan kenal sama gw!! sialan!! terserah!! kalo saya memakai kompres dingin.. pengalaman terhadap pasien!! ok… terserah pembaca mau milih yang mana!! gak ada y ngelarang kok.. huwhuwhuwh

  29. Sibagariang Says:

    @dee
    Lagianpun dee, profesi saya itu bukan hacker. Tetapi saya dokter. sementara kamu itu sebagai pasien, sekarang tinggal kamu memilih mana y benar. Ok! No flame, but friend is okey.
    C.sibagariang@gmail.com
    Ym : sazzie_pies@yahoo.com.
    selamat kenal.

  30. dokterearekcilik Says:

    @Sibagariang dan dr. Imanuel Pasaribu
    Logika dibentuk dari pengetahuan, tanpa pengetahuan yg benar maka logika akan rancu. Logika tentang penanganan demam dan menggigil saya dapat dari bbrp: textbook antara lain :Nelson textbook of Pediatric, Pediatric Emergency, Pediatric On Call, Manual of ambulatory Paediatric, The Lippincott manual of nursing practice karangan Lillian Sholtis Brunner, Doris Smith Suddarth, serta Essentials of pathophysiology Oleh Carol Porth, Kathryn J. Gaspard, Glenn Matfin
    Selain itu juga didapat dari:
    1.Hypothalamic network for thermoregulatory shivering
    K. Kanosue, Y. H. Zhang, M. Yanase-Fujiwara, and T. Hosono
    Am J Physiol Regulatory Integrative Comp Physiol, Jul 1994; 267: 275
    2.Tepid Sponging to Reduce Temperature in Febrile Children in a Tropical Climate
    A.F. Mahar, S.J. Allen, P. Milligan, S. Suthumnirund, T. Chotpitayasunondh, A. Sabchareon, and J.B.S. Coulter
    Clinical Pediatrics, Apr 1994; vol. 33: pp. 227 – 231
    3. Prediction of shivering heat production from core and mean skin temperatures oleh Peter Tikuisis and Gordon G. Giesbrecht
    European Journal of Applied Physiology and Occupational Physiology, Volume 79, Number 3 / January, 1999

    Juga anda bisa baca pada tips di website IDAI dengan alamat http://www.idai.or.id/tips/detil.asp?q=39

    Apabila ada referensi yang belum saya baca atau ada yang baru mohon diberitahu agar saya bisa memperbaiki diri. Logika anda dibentuk dari pengetahuan dengan dasar referensi apa ? agar kita bisa saling berbagi ilmu tanpa saling memaki.

  31. okkie Says:

    salam kenal Dok,

    saya jd tertarik dgn blog yg Dokter tulis ini. walau saya lihat postingan terakhir sekitar bulan Mei, namun saya harap tidak pupus keinginan saya utk tetap mengetahui lebih dalam lg mengenai penyakit (kalau bisa disebut) kejang.
    sebelumnya saya sangat menyayangkan sikap oknum intelek Sibagariang dn dr. Imanuel Pasaribu yg mengklaim dirinya sbg seorang dokter dg pernyataan2 yg tdk dilandasi dgn referensi akademis. saya gk bs membayangkan bgmn nasib para pasien2 mereka. cocoknya mereka jd dukun spesialis kurap saja… haha…
    gini Dok, sy punya anak laki2 umur kurang lebih 2,4 thn. pertama kali dia mengalami serangan panas kejang kira2 enam bulan yg lalu. itu jg memang karena ada radang tenggorokan yg menyebabkan dia panas tinggi dn akhirnya kejang.
    bbrp hari yg lalu, anak sy kembali mengalami serangan kejang, namun tdk disertai kenaikan suhu tubuh sebelumnya. suhu tubuh baru naik setelah mendapatkan pertolongan di UGD (38.5C). malam sebelum dia tidur pun tdk ada tanda2 dia panas atau meriang. memang kira2 dua hr sblmnya agak flu, dn agak meler (istilah kampungnya). apakah ada, gejala kejang yg memang tdk ada tanda2 kenaikan suhu badan sebelumnya? sehari seblumnya dia jatuh dan bagian pelipis benjol namun tdk muntah atau pun tdk sadarkan diri. apakah ini kelanjutan atau efek dr jatuh itu? bila ada kejang tanpa kenikan suhu tubuh, apa yg hrs kami persiapkan apabila serangan serupa muncul kembali? apakah perlu ct scan utk memastikan lebih lanjut.
    terima kasih Dok. mohon jawaban secepatnya.

  32. C. Simanjuntak Says:

    @Sibagariang dan dr. Imanuel Pasaribu
    Ini pasti dua dokter asal batak ya…Lumrah saja ngomong keras, seperti ngak punya etika dalam komunikasi.
    Saya setuju dengan pernyataan dee diatas…ngak bisa ngebayangin anda berdua menangani pasien dengan logika berfikir tanpa landasan…
    Dokter2 macam apa anda berdua…kasihan sekali

  33. warni Says:

    sesama dokter harus ssaling menghargai….kalian kan teman sejawat….
    mengkritik boleh, tapi hrus dengan baik.jgn saling menyakiti perasaan….
    ……Buat dokterarekcilik tetap berkarya, jangan berhenti berbagi ilmu…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: