Kecil kecil merokok

Dua hari terakhir koran memberitakan tentang seorang balita yang punya kebiasaan merokok, berita yang dimuat lengkap dengan foto menampakkan seorang anak yang tampak nikmat menyedot rokok. Orang tua anak itu begitu permisif sehingga memilih membiarkan anaknya morokok disbanding melihat dia menangis dan merajuk karena tidak diberi rokok …….

Sudah tidak dapat dipungkiri lagi bagaimana rokok bisa menimbulkan bahaya terhadap tubuh, dan akhir akhir ini juga sudah mulai banyak dbicarakan karena anak sudah mencoba rokok pada usia yang muda. Tapi berita anak balita yang merokok betul betul mengejutkan karena merupakan masalah yang cukup besar.

Apakah dimasa datang anak akan merokok pada usia yang lebih kecil ??? Apakah para orang tua akan memperbolehkan anak anaknya merokok pada usia muda ??? Apakah orang tua merasa bahwa itu merupakan bagian dari pendidikan demokrasi dan reformasi ??? Apakah para ortu merasa tindakan itu merupakan bagian dari cara meningkatkan kreatifitas anak anak ???

Menurut saya kok kebablasan ya ?! Mungkin juga karena pergesaran nilai dimana kedua ortu bekerja sehingga perhatian terhadap anak jadi berkurang, atau bisa jadi perilaku tersebut mereka ditiru dari film dan sinetron yang mereka tonton sedangkan pendamping mereka tidak ada atau tidak cukup punya tanggungjawab untuk memberitahu perbedaan yang benar yg salah.

Pada prinsipnya bukan anak yang salah karena dia sedang belajar mencari kebenaran, sedangkan tugas ortu untuk memberi bimbingan dan pengarahan mana yang benar dan salah. Kontak dan komunikasi dengan ananda minimal setengah jam sehari dalam bentuk pembicaraan yang bersifat santai, memberi kesempatan pada ananda untuk menyampaikan inspirasi , pemikiran kreatif serta perasaannya. Obrolan dan melakukan kegiatan bersama dalam waktu singkat namun tidak mengikat merupakan hal yang sangat baik untuk perkembangan mental serta kreatifitas ananda.

Mungkin ada baiknya kita mulai mencoba berbuat dan berkomunikasi pada ananda agar mereka bisa lebih akrab dalam arti yang lebih luas, bisa menyampaikan pemikiran, perasaan, ide, kreatifitas, cita cita secara lebih terbuka. Sebelum mereka mencari jalan keluar dengan mencari inspirasi sambil merokok 😦

Yang lebih berbahaya hal ini bisa jadi inspirasi anak atau keluarga lain untuk menirukan sehingga bisa jadi trend yang mengerikan. Semoga tidak akan pernah terjadi …….

Iklan

21 Tanggapan to “Kecil kecil merokok”

  1. huda Says:

    dosen saya, dokter THT, kalau ngajar minta ijin ngerokok. Dia cerita.. katanya waktu dia masih muda dulu sekeluarga ngerokok. Malahan ada anggapan “cah lanang nek rak ngerokok kie wagu” 😀

  2. usetea Says:

    anak kecil merokok???ih ngerrriiii….untuk menasihatinya memang gak gampang. orang yang dewasa aja udah bisa baca, udah ngerti dunia luas aja masih kebal dengan segala bahaya merokok. jadi semua sara yg mrk dengarn, artikel atau apapun yg berisikan akibat merokok yg mereka baca mereka cuma santai aja tuh. saya juga heran dok? siapa yang salah ya?pabrik rokok?atau konsumennya? 😦

  3. draguscn Says:

    yuk tebak-tebakan manifestasi di parunya umur berapa mulai muncul .. *geram*

  4. sibermedik Says:

    Lha Pak dokternya ada juga yang ngerokok?
    *Jengkel liat TS yang ngerokok di RS*

  5. Juliet Says:

    Senangnya bisa membuat suami terkasih bisa benar2 berhenti meninggalkan rokok dok..
    Andaikan anak2 itu bs seperti itu jg pasti tingkat perokok pasif pun berkurang kali ye 🙂

  6. ndop Says:

    rokokk lagi rokok lagi, adik saya yang anak SLB itu sekarang juga merokok pak, suka sembunyi-sembunyi kalo ngrokok. Maklum dia mulai ngerokok gara2 ngeliat kakaknya (bukan saya, tapi kakaknya yang lain) ngerokok..

  7. sibermedik Says:

    katanya mbah sigmund freud dalam psikoanalisisnya, merokok adalah salah satu manifestasi kegagalan FASE ORAL pada perkembangan saat bayi.

    ada hubungannya gak dok?mungkin waktu kecil jatah ASI-nya di’habis’kan bapaknya he..he..

  8. prasta Says:

    pernah nonton film “thank you for smoking”.

    sebuah film yg fantastis, mengubah paradigma berpikir kita yg selalu ‘inside the box’, mengajarkan setiap peristiwa tuh harus dilihat dari dua-sisi

    dan menariknya, diakhir acara, ada semua pertanyaan menarik,
    bagaimana kalo anak anda yg merokok?

  9. dokterearekcilik Says:

    @huda
    No comment 🙂

    @usetea
    Selama pabrik rokok tidak ditutup ya tetap ada yg ngerokok. Kayaknya semua itu lingkaran setan ….. gak tahu harus diputus dari mana

    @draguscn
    Grrrrrr juga

    @sibermedik
    No Comment juga, juga No Comment buat komentar kedua 🙂

    @Juliet
    Selamat bisa membuat suami berhenti merokok

    @ndop
    Semoga gak keterusan

    @prasta
    Yang main siapa ? Kayaknya perlu ditonton. Tapi sampe sekarang belum ketemu “sisi baik” merokok dlihat dari kesehatan. Kalo dia merokok ya dikasih tahu bahaya merokok. tugas ortu memberitahu dan membimbing anak agar tahu mana yg benar dan mana yg salah. Tanpa berhenti dan minta balasan. Itu hal sulit… tapi harus dijalani

  10. venusv3 Says:

    semoga tik akand lagi ada kejadian seperti itu…
    cz merusak bangsa!! lalu bagaimana dengan generasi mudanya??

  11. SAVE CHILDREN FROM SMOKE Says:

    Secondhand smoke, also know as environmental tobacco smoke (ETS), is a mixture of the smoke given off by the burning end of a cigarette, pipe or cigar and the smoke exhaled from the lungs of smokers. It is involuntarily inhaled by nonsmokers, lingers in the air hours after cigarettes have been extinguished and can cause or exacerbate a wide range of adverse health effects in children, including SIDS (Sudden Death Infant Syndrome), cancer, respiratory infections, ear infection and asthma.
    Children’s exposure to secondhand smoke in Indonesia may be 43 Million.Around one-third of smokers – million people continue to smoke near children.Smoking by parents is the principal determinant of children’s exposure to secondhand smoke.

    Please navigate to http://savechildfromsmokers.blogspot.com , and join this group : SAVE CHILD FROM SMOKE (Facebook Group) : working together make a smoke-free homes and smoke-free zones for all children. Dr Widodo Judarwanto, Jakarta Indonesia

  12. dokterearekcilik Says:

    @venusv3
    Iya, semoga gak lagi

  13. dokterearekcilik Says:

    @SAVE CHILDREN FROM SMOKE
    What a nice blog !
    Wah senang saya disambangi kakak kelas yg udah ngetop, kapan kapan saya kontak untuk menimba ilmu ya 🙂

  14. Antin Says:

    Ngomongin rokok ga ada habisnya ya. Banyak pasien saya yang berobat karena batuk parah masih sempat bertanya. Masih boleh ngrokok ga Dok? Waduh, orang sehat aja saya larang untuk merokok, apalagi yang batuknya kayak bapak. Si bapak cuma bisa nyengir (tapi kayaknya sepulang berobat rokoknya masih jalan terus yach).Btw, salam kenal. Nice blog! Smoga saya juga segera bisa ikutan berperan penting meramaikan dunia blogger Indonesia.

  15. om ibud Says:

    Anak itu cerminan dari orang tuanya, kalo ortunya ga ngerokok anaknya pasti ga bakalan merokok. pelajaran dari artikel ini, sebaiknya orang tua jangan merokok toh merokok ga ada manfaatnya.

  16. dokterearekcilik Says:

    @Antin dan om ibud
    Thanks buat komentarnya yang bagus

  17. dani Says:

    susah mana ama mutus dot ya..nyesel ama si kakek yg ktnya ngasi nyicip tuh rokok..mestinya ditegain aja, dikasi replacement apa gitu..trus lingk keluarga yg lain jg jgn nunjukin ngerokok di depan si kecil!!

  18. dokterearekcilik Says:

    Iya, saya juga gak habis pikir kok bisa gitu. Paling tidak ini pengalaman yg sama sekali gak perlu ditiru 😦

  19. annisa Says:

    Sedihnya.

    Kalau saya naik bus di kota besar SumSel, yg jadi kenek & supirnya itu pemuda kira2 15-20 thn. Sediiiiihhhhhhhhh banget ngeliat di sekitar mereka itu harus ada asap melayang2 berwarna abu2 alias penuh asap rokok. Di tangannya ada puntung rokok. Kadang ada kawanannya mereka juga (pemuda2 juga), mereka bergantian menghisap rokok yg sama. Beberapa di antaranya ada yg bawa sekotak rokok & korek api yg modern itu tuh yg pakai spiritus (lah jadi lupa saya apa namanya).

    Hhhhh. Gimana nasib bangsa ke depannya? Di pagi hari saja ga jarang mereka2 itu udah pada ngerokok =( Hmm ga mereka juga sih. Kalau saya tengok ke pinggir jalan dari dalam bus juga rasa2nya ga ada yg ga merokok.

    Gimana menyelesaikan masalah begini ya dok? Hhhhhhh (-_-)

    TFS.

  20. dokterearekcilik Says:

    @annisa
    memang masalah yg kompleks seperti ini tidak bisa diselesaikan oleh petugas kesehatan aja, pemerintah juga harus punya political will untuk menyelesaikan masalah ini, masyarakat juga harus ikut ambil bagian dengan cara mendidik keluarga dan kerabat dekat serta tetangga agar tidak merokok. kalo itu dijalankan serentak setidaknya 75-80% masalah sudah terselesaikan…. semoga terwujud

  21. ronaldo Says:

    seharusnya jangan merokok dek

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: