Siapa yang gak panik kalo ananda kejang….. ya yang tidak tahu kalo dia kejang…. Dikira lagi joget atau ngulet
Bagi yang tahu mestinya takut dan mencari pertolongan. Bisa minta tolong mbah dukun atau petugas kesehatan, namanya juga orang panik pokoknya nyari pertolongan yang cepat. Kejang emang bahaya, dan harus segera dapet pertolongan. Yuk kita ngobrol tentang kejang
Kejang adalah bangkitan yang disebabkan ada neurotramsmitter yang sedang…waaah terlalu ilmiah ya, pokoknya gerakan yang tidak dikendalikan karena ada masalah di otak disebut kejang. Pada saat kejang yang harus dilakukan orang tua adalah meletakkan anak di tempat yang aman, bila dekat kompor jauhkan, bila dekat alat listrik jauhkan. Jaga jangan sampai terjatuh, bila mulut terbuka bisa dimasukkan sendok yang dibalut kain bersih agar lidah tidak tergigit, tapi bila mulut udah tertutup jangan dibuka secara paksa karena akan berakibat cedera. Bila muntah miringkan badan ananda untuk mencegah terjadinya tersedak terhadap bahan muntahan. Jangan sekali kali mencoba memberikan minum pada saat ananda belum sadar, itu tindakan yang sangat berbahaya. Segera bawa ke puskesmas atau rumah sakit terdekat.
Pada saat di tempat pelayanan kesehatan biasanya dokter akan memberikan pertolongan pertama pada ananda, hal selanjutnya adalah menentukan apakah kejang disebabkan infeksi di dalam otak atau di luar otak. Bila masalahnya infeksi di dalam otak maka pengobatan harus dilakukan secara intensif karena berbahaya, apa bahayanya ??? Pada infeksi di dalam otak bisa terjadi gangguan pada otak sehingga walaupun udah sembuh dan infeksi teratasi namun kecacatan bisa terjadi. Mulai dari pendengaran yang hilang hingga lumpuh. Namun bila infeksinya di luar otak biasanya penyembuhan baik tanpa kecacatan.
Kejang yang disebabkan infeksi di luar otak disebut kejang demam. Karena pemicu kejang itu adalah demammya. Kejang demam biasanya terjadi pada anak antara umur 6 bulan hingga 5 tahun, bila kejang terjadi pada umur < 6 bulan atau > 5 tahun perlu dicari sebab lain. Kejang demam dibagi menjadi Kejang Demam Sederhana di mana kejang berlangsung singkat, < 15 menit, umumnya berhenti sendiri dan tidak berulang lagi dalam 24 jam…. Oh ya kejang harus seluruh tubuh bukan kejang fokal. Kejang jenis ini merupakan 80% dari seluruh kejang demam. Sedangkan Kejang Demam Kompleks mempunyai ciri: kejang > 15 menit, kejang fokal atau parsial atau kejang umum yang didahului kejang parsial, berulang lebih dari 1 kali dalam 24 jam. Pada kejang demam tidak pernah dilaporkan kejadian kecacatan, perkembangan mental dan saraf tetap baik sama dengan anak normal.
Yang kejam kalo kejang akibat infeksi di selaput otak (meningitis) atau di otak (ensefalitis), karena infeksinya cukup berat dan biasanya progresif maka penanganannya perlu cepat juga, baik dalam hal melakukan diagnosa maupun memantau perkembangan penyakit. Akibatnya walaupun infeksi bisa diobati kecacatan tetap aja muncul. Kadang bila dirasa perlu untuk menegakkan diagnosa dokter akan melakukan pungsi lumbal yaitu mengambil cairan serebrospinal lewat tulang belakang…nah ini yang sering ditolak orang tua karena ngeri….punggung kok dicoblos jarum gede….kalo kempes anak saya gimana ??? Walaupun tindakan ini ada bahayanya tapi di tangan yang ahli tidak berakibat jelek, malah perlu dilakukan untuk mengetahui jenis kuman yang menyerang juga bisa untuk mengetahui kesembuhan. Tapi karena udah takut duluan …..apalagi katanya tetangga saya bisa jadi lumpuh pak dokter….tetangganya dokter bu ??? bukan ..eeem anu jualan korden.. lah ibu percaya….iya saya percaya…. Berarti lebih percaya diobati penjual korden dibanding dokter…iya pak dokter….bluk semaput pak dokternya
Pada kejang demam pencegahan dilakukan dengan memberikan obat penurun panas bila ananda demam, sedangkan pada meningitis bisa dilakukan imunisasi dengan vaksin Hib dan Pnemokokus, yang vaksin Hib biasanya masih terjangkau karena harganya sekitar 200 ribuan tapi yang pnemokokus bisa mencapai 750 ribu. Kenapa gak masuk program pemerintah??? Ya karena mahal boook…mending dibuat jalan jalan dan belanja ke luar negeri aja ama petinggi petinggi kita
hiks…hiks…
Oktober 22, 2007 pukul 5:36 am |
Kulo nuwun, pak Dokter….:-)
Sblmnya, ngaturaken Sugeng Riyadi kangge dokter sa’ keluargo, nggih…
Tertarik dgn artikel kejang demam ini…matur nuwun, dok artikelnya.
Kejang demam itu bisa dicegah to, dok? Kira2 demam brp degree yg bisa menyebabkan kejang, dok? Soale duluuu sekali, anak saya pernah kejang krn demam (stlh imunisasi DPT 2), pdhl demamnya ndak terlalu tinggi (msh kisaran 38-39 deg). Waktu itupun tdk diberi apa2 (saya msh blm mudeng, hrsnya saya stok stesolid ya di rumah,jd waktu kejang demam berlangsung bisa diberikan itu). Alhamdulillah, waktu itu baik2 saja. Stlh itu saya selalu perhatikan kalo mulai demam (krn batuk, pilek), demamnya juga tinggi (smp 40 degree). Tp krn saya perhatikan behaviornya dan responnya msh baik2 saja (walo terkadang rewel), cukup saya home treatment saja dgn mengompres pake air anget di ketiak, leher dan dahinya. Alhamdulillah, so far hal tsb berhasil. Jarang sekali saya berikan obat penurun demam, kecuali klo anak saya itu rewel sekali (keliatan tdk comfortable).
Pastinya adakah batasan pada demam brp degree, penurun demam bisa diberikan, ya dok? Soale dari yg saya baca2, malah demam tsb sbnrnya adalah senjata tubuh utk melemahkan virus yg menyerang tubuh. Takutnya klo diberikan penurun demam di waktu yg tidak tepat, virus malah akan semakin aktif menyerang tubuh. Mohon penjelasannya ya, dok.
matur nuwun,
mbokne bagas
Oktober 22, 2007 pukul 6:43 am |
Dok anak saya saat ini berumur 4 tahun dan dah lebih dari 3 kali mengalami kejang. Hanya tidak pernah sampai 15 menit itu. Apa kira2 efek negatif yg akan dialaminya saat dewasa nanti. Saya khawatir juga karena da yg bilang saat anak kejang ada sebagian sel2 otak yg mati. Benar gak itu dok, terus cara ngatasi efek negatif itu apa ya ?
Trims…, senang ternyata ada dokter anak yg ngBlog… Soalnya anak saya sering masih kecil2 dan sering juga sakit
Oktober 23, 2007 pukul 5:05 pm |
@mbokne bagas
Minal aidin wal faizin juga
sebenarnya tiap anak punya batasan sendiri seberapa tinggi panasnya untuk timbul kejang. cuman secara umum sekitar 39 – 40 celcius. bila anak pernah kejang pada suhu 38,5 maka pada suhu 38 dia sebaiknya sudah diberi obat penurun panas. Emang demam kan respon tubuh untuk melawan penyakit, tapi kalo udah menjadi masalah seperti pada kejang demam ya mesti diturunkan. Semoga ananda selalu sehat
@Herianto
Sebagian besar kejang demam tidak menimbulkan efek terhadap kepandaian maupun perkembangan. Sampai saat ini belum pernah dilaporkan kecacatan yg terjadi akibat kejang demam. Yang bermasalah kalo infeksi selaput otak atau infeksi di otak, itu yg sering menyebabkan kecacatan.
Oktober 23, 2007 pukul 6:41 pm |
Kalau si kecil kejang saya cuma bisa stress dok
Oktober 24, 2007 pukul 3:01 pm |
saya anak kecil bleum pernah kejang2.wekkkkk
Oktober 24, 2007 pukul 5:25 pm |
salam kenal pak dokter.. anak saya masih alit-alit… dua-duanya kejang demam….
Oktober 25, 2007 pukul 3:31 pm |
@kangguru
jangan panik kang…jangan jangan ikut kejang
@Bachtiar
jangan jangan pas ngomong wekkkk itu lagi kejang
@Yusuf Alam
Salam kenal juga…..
Oktober 27, 2007 pukul 2:56 pm |
pake fenitoin pye dok?
Oktober 27, 2007 pukul 10:22 pm |
@sibermedik
fenitoin injeksi dipake kalo pemberian diazepam tidak berhasil mengatasi kejang. Pada kejang demam kompleks yang dikuatirkan berulang bisa diberikan rumatan dengan fenobarbital atau asam valproat. Saya lebih suka pake as valproat, karena pada jangka lama fenobarbtal berefek mempengaruhi perilaku…lagian kesian anaknya ngantuk kalo sekolah
Oktober 30, 2007 pukul 8:55 am |
Dok..,
Artikel2nya bagus. Boleh saya forward ke milis saya ?? LovingMoms kumpulan newmoms yang sedang belajar parenting n child health. Anak2 kita kebayakan babies – toddler.
Izin nge-link ke blog dokter boleh yah??
Thanks.
Gerda, moderator LovingMoms (http://lovingmoms.blogs.friendster.com/)
Oktober 30, 2007 pukul 8:56 am |
Dok,
Artikel2nya bagus nih. Boleh saya forward ke milis saya: LovingMoms ??
Membernya 100 orang yang sedang belajar jadi newmom.
Izin untuk nge-link ke blogs dokter boleh yah??
Thanks,
Gerda – moderator Lovingmoms
http://lovingmoms.blogs.friendster.com/
Oktober 30, 2007 pukul 2:21 pm |
Boleh kok di forward…tapi jangan lupa nulis asal artikelnya ya… aku udah liat blog nya. Bagus kok
November 1, 2007 pukul 2:55 am |
Dok,
Kejang pada anak spt apa sih? kmrn anak sy demam, ttp suhu badannya dingin skali (smp kluar peluh dingin), badannya menggigil, matanya melihat keatas, dan sdikit mengerang. Ini terjadi skt 25menit. Apakah itu jg termasuk kejang demam?Skr kondisinya sdh tampak normal (msh batuk2). Apa saya hrs periksa ulang ke dokter utk memastikannya?
Thanks
November 1, 2007 pukul 11:48 am |
kejang adalah semua gerakan yang tidak disadari dipicu aktifitas elekttrik di otak. Kejang bisa berupa kejang umum yaitu kejang seluruh tubuh atau kejang fokal yaitu pada salah satu anggota badan. Hmmm emang susah menggambarkan kejang dengan kata kata, kalo dari cerita ade ananda kayaknya emang kejang. Sebaiknya kejang harus segera dibawa ke sarana kesehatan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lengkap. Kalo sekarang udah tidak kejang yaaa sebaiknya periksa aja supaya lebih jelas. Entar kalo ada video tentang kejang di internet aku pasang di blogku biar lebih jelas.
November 7, 2007 pukul 12:48 am |
Nanda kejang emang bikin penunggu ikut kejang, asal dokternya jangan salah masukin obat buat penunggunya.
November 8, 2007 pukul 8:50 am |
@andryhrynt
Kalo yang jaga panik, dokternya panik …. kacau deh
November 19, 2007 pukul 6:59 am |
dok,
1. apakah kejang fokal (twitching) pada bayi pada umumnya disertai dngn demam?kalo iya, tolong jelaskan mengapa hal tersebut dapat terjadi?
2. apakah ada pengaruh jika kakeknya menderita epilepsi?
3. Apakah perkawinan pada usia muda berpengaruh pada bayi?
sangat dihargai infonya dok..
thx b4…
November 21, 2007 pukul 10:24 am |
@nesa
kejang fokal selalu jadi masalah karena biasanya ada fokus kejang sehingga harus dicari penyebabnya baik dengan EEG maupun Ct scan. Bisa jadi tidak disertai demam bila menjurus ke epilepsi, kejang fokal maupun twiching bila terjadi dengan demam harus dipastikan juga bukan disebabkan meningitis. Epilepsi tidak berhubungan dengan keturunan kecuali ada defek metabolisme yang terkait dengan genetik. Tapi ilmu tentang epilepsi masih terus berkembang dan perubahan ilmu masih bisa terjadi. Perkawinan muda berpengaruh pada bayi sehubungan dengan kemungkinan terjadinya down’s syndrome yang meningkat, kematangan ibu mengasuh bayi. tergantung semuda apa ibunya. pada anak sebelum umur 18 tahun ada masalah pertumbuhan dan perkembangan yg belum selesai tapi anak sudah hamil, seperti children carrying children masalahnya. semoga membantu
Mei 14, 2008 pukul 10:41 am |
hmmm..maturnuwun atas info yang sangat berharga ini..mugi2 pak dokter diberi umur panjang..sehinggabisa nulis terusss buat kita
Mei 19, 2008 pukul 8:42 am |
dok, anak saya umur 10 bulan, baru 6 hari kemarin kena kejang demam. kejadian nya :
- kejang nya masih dalam itungan detik
- tangan tidak mengepal
- mata tidak melotot keatas sewaktu kejang, tapi sesudahnya seperti melihat sesuatu diatas dan matanya tidak berkedip
di rumah sakit, anak langsung di kasih stesolid yg dimasukin ke dubur itu dok. setelah itu, kaya langsung menggigil kedinginan, malahan badan nya ampe agak2 biru. singkat cerita, dirawat 5 hari di rumah sakit. sebelum pulang, dokternya bilang 6 hari lagi di cek EEG utk mastiin otaknya. tapi saya baca2 artikel, katanya untuk kejang demam yang baru terjadi satu kali, tidak dianjurkan scan EEG karena ada efek samping.
yang ingin saya tanyakan :
1. kejang demam anak saya, termasuk yang ringan atau yang kompleks?
2. untuk scan EEG, menurut dokter perlu atau bagaimana?
saya tunggu informasinya dok,
salam.
Andi
Mei 22, 2008 pukul 3:08 pm |
@Marsahid
Amiiiiiiiiin
@andi pramono
kejang demam kompleks apabila kejang lebih dari 2 kali dalam 24 jam. Pada anak yang masuk kejang demam sederhana tidak perlu dilakukan EEG. EEg tidak ada efek samping yg menganggu karena hany bersifat merekam gelombang otak, tidak pake sinar X atau sinar yang lain. kalo liat dari ceritanya sepertinya tidak perlu EEG, namun karena tidak melihat pasien secara langsung saran saya minta opini kedua pada DSA lain bila ragu. Semoga Ananda tidak pernah kejang lagi
Maret 31, 2009 pukul 11:33 am |
Dokter,…
Kalo boleh tau..apa dampak setelah kejang? apa yg hrs kita lakukan dok?
Maret 31, 2009 pukul 1:18 pm |
@Zibbem
Bisa mulai gak ada dampak sampe gangguan pertumbuhan dan perkembangan. Bila kejang ringan dan sebentar maka dampak bisa dikatakan hampir tidak ada, namun bila lama dan berat .Bila sudah terjadi yg berat maka anak harus dilatih untuk mengembalikan kemampuan seperti awal lagi, pelatihan biasanya memakan waktu karena harus pelan pelan.
Agustus 21, 2009 pukul 10:12 pm |
Dok kl panas tinggi apa slalu bikin anak kejang?
Agustus 22, 2009 pukul 10:39 pm |
@santyrizal
Gak mesti… banyak hal yg mempengaruhi
Agustus 28, 2009 pukul 12:54 am |
Dok. anak saya sudah 10 hari ini di ICU. anak saya perempuan usia 16 bulan. hasil CT Scan ada cairan di kepala atau di rongga otak. anak saya suhunya berkisar 37 38 39 naik turun diantara itu disertai batuk berdahak yang tidak kunjung reda. kemudian dokter nya minta di rontgen dan di dapati adanya radang di paruparunya. setelah dilakukan diagnosa terdapat jamur entah apa namanya saya lupa dan dokternya sedang fokus pada penanganan anti jamurnya. pada hari ke 8 anak saya di kasih gammaras. di hari ke 10 ini anak saya sudah sadar penuh, bisa minum asi lagi dan bercanda tapi masih lemah dan kadang sering kejang dan matanya melihat keatas. Pertanyaan saya apakah cairan di kepala itu termasuk meningitis atau normal mengingat pada bayi otak belum berkembang sempurna dan bagaimana dengan kejang nya ? batuknya juga masih ada meski jarang. terus terang ada rasa kekhawatiran berlebih dari saya dan istri saya. mohon di beri penjelasan. terima kasih
Agustus 29, 2009 pukul 11:28 am |
waaaahhh klo liat artikel n tanya jawab dia atas jd ketakutan sendiri. anak saya pernah demam ( 38 deg) yg disertai dengan diare tp ada ampasnya. malanya tiba2 muntah2 n badan menggigil. stlah selesai muntah dia hanya diam saja n mata lihat ke atas tp lirik2 dok! ketika saya ajak ngobrol dia respon. ketika itu berumur 8bl. saya bawa ke UGD lasg panas 40 deg. kata dokter kena muntaber ringan. apakah itu termasuk kejang dok Riz?
September 5, 2009 pukul 5:58 pm |
@andri
maaf baru jawab, meningitis adalah radang pd selaput otak, bisa berkembang lebih jauh masuk ke otak itu sendiri dan biasanya berakibat lebih parah. cairan dalam otak pasti tidak normal, kadang setelah ada masalah di otak tidak semuanya sembuh sempurna, gejala sisa yg muncul akibat kerusakan otak pd saat sakit tidak semuanya kembali normal, namun pd anak <3 tahun masih ada kesempatan untuk berkembang dengan latihan yg rutin seerta stimulasi yg sesuai. Batuk bisa disebabkan berbagai hal, namun bila tidak menganggu maka tidak apa2, bila mulai dirasakan mengganggu coba temui DSA setempat unutk mencari sebab dari batuk tsb
@dee
Bisa ya bisa tidak, namun kejang demam biasanya anaknya muncul kejang kemudian disertai kembalinya kesadaran, Kalo masih bisa diajak biacara kayaknya kok bukan kejang ya
November 1, 2009 pukul 10:54 pm |
Dok, anak saya pada saat umur 7 bulan (6 bln yg lalu) mengalami kejang tanpa demam terus menerus dan harus masuk ICU selama 3 hari.
Hasil CT scan normal tp EEG beberapa kali masih ada tanda2 kejang sampai sekarang. Selama ini di kasih obat depakene dan 3 mggu terakhir ditambah Riklona.Efek nya anak jadi lemes dan ngantuk terus.
Sdh umur 13 bln belum bisa duduk dan gerakan tangan tdk teratur.
Kira2 pengaruh gak sama perkembangan anak saya nanti dok?
Mohon info dan saran harus berbuat apa. Tks.
November 2, 2009 pukul 4:44 pm |
Kalo ada kelambatan perkembangan gt mesti dpt penanganan yg lebih baik dlm hal stimulasi dan latihan agar keterlambatan bisa diatasi. Kalo bisa cari DSA yg bidang sub spesialisnya tumbuh kembang atau syaraf anak ,ada baiknya masalah tsb segera ditangani krn semakin besar semakin sulit, semakin awal kemungkinan membaik lebih baik dan lebih cepat, semoga ananda segera sembuh